Slider
Mount Rinjani
Hot News
Lombok Destinations
Mount Tambora
Wonderful Indonesia
Indonesian Channel
Videos
Finding Mount Rinjani trekking packages online is easier than ever. Today, many Rinjani trekking tour operators promote their services through websites and online booking systems. However, while options are plentiful, finding a trekking agency that is affordable, reliable, safe, and professional can be challenging.
Not all low-cost Rinjani trekking tours provide the same level of service, safety standards, or environmental responsibility. This makes choosing the right operator one of the most important steps in planning your Mount Rinjani hike.
Why Book a Mount Rinjani Trek with a Tour Operator?
Booking your Mount Rinjani hike with a licensed tour operator is the best option for travelers who want a smooth and worry-free adventure. A professional Rinjani trekking organizer takes care of permits, logistics, food, equipment, guides, and transportation — allowing you to focus entirely on the experience.
Benefits of trekking Mount Rinjani with an operator include:
- Experienced local Rinjani trekking guides
- Proper safety procedures and equipment
- Well-organized camping and meals
- A safe, enjoyable, and well-managed trek
For most travelers, joining an organized Rinjani trekking tour is more practical and often more cost-effective than arranging everything independently.
Trusted Rinjani Trekking Operators Based in Senaru
Below is a list of Senaru-based Rinjani trekking operators that we know well and trust. These companies are known for offering cheap Rinjani trekking packages without compromising service quality, safety, or comfort.
Most Mount Rinjani trekking packages from Senaru typically include:
- Trekking permit & entrance fees
- Pick-up service one day before the trek
- One night hotel accommodation in Senaru
- Licensed trekking guides and porters
- All trekking and camping equipment
- Meals during the hike
- Drop-off service after the trek to your next destination
This all-inclusive structure makes these packages ideal for international travelers.
Cheap and Reliable Rinjani Trekking Operators
For travelers searching for cheap and reliable Mount Rinjani trekking packages, below is an updated list of trusted tour operators (2026). These companies are known for fair pricing, good service standards, and well-organized trekking experiences. Most are based in Senaru and Sembalun and operate the official trekking routes.
Recommended Rinjani Trekking Operators (2026)
- Rinjani Group Trekking
rinjanigrouptrekking.com - Rinjani Trekking Guide
rinjanitrekkingguide.com - Nemoe Trekker
nemoetrekker.com - Go Backpacker Rinjani
gobackpacker.net - Rinjani Sunrise
rinjanisunrise.com - LA Rinjani
larinjani.com - Team Backpacker
teambackpacker.com - HaLoMi Trekker
halomitrekker.com
Final Thoughts: Choosing the Best Rinjani Trekking Agency
Selecting the right Mount Rinjani trekking agency plays a major role in the quality of your adventure. By choosing a licensed, locally based tour operator in Senaru or Sembalun, you ensure better safety standards, local expertise, responsible trekking practices, and a more enjoyable experience overall.
A well-organized Rinjani trekking tour allows you to experience one of Indonesia’s most spectacular mountains with confidence, comfort, and peace of mind.
Important Note
Prices, inclusions, and service standards may vary by season. We recommend contacting operators directly to confirm availability, permits, safety standards, and sustainability practices before booking.
FEATURES - Gunung Rinjani - Lombok Destinations - Mount Barujari - Mount Rinjani - Wonderful Indonesia
Trekking operators and travelers are being advised to prepare for higher costs when climbing Mount Rinjani starting next year, following changes in permit fees and labor costs.
Rinjani trekking packages are expected to see price increases in 2026 due to higher entrance permit fees and anticipated salary adjustments for licensed guides and porters. The permit fee increase has already taken effect since November, while official announcements regarding guide and porter wage increases are expected in early 2026.
The changes have sparked widespread concern and protest among trekking organizers (TOs), many of whom argue that the higher costs will impact competitiveness and affordability for both domestic and international hikers. However, authorities have confirmed that the permit increase is part of a broader policy decision by the Ministry of Forestry.
According to the Ministry, Mount Rinjani—specifically the Senaru, Sembalun, and Torean routes and surrounding areas—has been officially upgraded from Class 2 to Class 1. This reclassification reflects the mountain’s increasing popularity, ecological importance, and the need for higher standards of management, conservation, safety, and visitor services.
As a Class 1 conservation area, Mount Rinjani will require greater investment in environmental protection, infrastructure, and human resources, which has directly influenced the rise in permit fees and operational costs.
Trekking operators note that while the increases are unavoidable, they aim to maintain service quality, fair wages for local guides and porters, and sustainable tourism practices on the mountain. Travelers planning to climb Mount Rinjani in 2025 are encouraged to book early, while those planning trips in 2026 should expect revised package prices reflecting the new regulations.
Despite the higher costs, stakeholders emphasize that the long-term goal is to preserve Mount Rinjani’s natural environment while improving safety, professionalism, and overall trekking experiences.
Source: HaLoMi Trekker
FEATURES - Gunung Rinjani - Hot News - Indonesian Channel - Lombok Destinations - Mount Rinjani - News - Volcano
DALAM buku Hikmah Indonesia Masa Kini, Hikmah Masa Lalu Rakyat yang diterbitkan Lembaga Studi Realino dan Penerbit Kanisius pada 2005, tertulis tentang asal-usul masyarakat Suku Sasak yang bersumber dari dua legenda, yaitu Doyan Nede dan Gunung Pujut.
Pada legenda Doyan Nede, nenek moyang pertama orang Sasak adalah jelmaan 40 jin yang melahirkan pemimpin atau pendiri kerajaan di berbagai wilayah di Pulau Lombok, antara lain Selaparang, Pejanggik, Langko, dan Bayan. Sedangkan legenda Gunung Pujut menceritakan tentang seorang pangeran dari Majapahit yang mengembara hingga ke Pulau Lombok. Di sekitar Gunung Pujut, ia mendirikan negeri bernama Kerajaan Pejanggik.
Mitos dan legenda tersebut belum beranjak dari benak sebagian masyarakat Sasak, merujuk pada mitologi Dewi Anjani yang diyakini sebagai penghuni awal atau generasi pertama masyarakat Sasak.
Spekulasi historis berdasarkan mitologi tersebut, mengusik Budayawan Sasak H Lalu Agus Fathurrahman. “Lha, masak orang Sasak ini dari bangsa jin, kan ndak masuk akal,” kata Agus yang sempat melakukan riset tentang legenda Dewi Anjani.
Agus mulai menelusuri dari kata “dewi”. Sepanjang yang ia ketahui, dalam tradisi Sasak tak mengenal istilah dewi yang bermakna putri yang cantik. Sasak juga tak mengenal kata “siti”. Misalnya nama Hawa, menjadi Siti Hawa, Maryam menjadi Siti Maryam, atau Aisyah menjadi Siti Aisyah. “Ini pekerjaan siapa? Kata dewi dan siti tak ada dalam tradisi Sasak,” ucapnya.
Demikian pula saat ia mencari tahu tentang kata “Anjani”. Dalam kamus Sanskerta pun tidak ada ditemukan. “Hanya saya ketemu kata Anjani adalah ibu dari Hanoman. Bukan sebagai bahasa. Tetapi, saya mencoba menggunakan pendekatan linguistik. Saya ketemu Anjarun. Itu Bahasa Arab. Artinya sauh perahu. Bisa jadi, Anjarun, ada proses morfologis, anjari menjadi Anjani,” jelas Agus Fathurrahman.
Mitos Dewi Anjani sendiri, terdapat beberapa versi. Selain ada yang mengatakan putri jin yang menguasai Gunung Rinjani, ada pula versi lainnya. Di Sembalun, misalnya. Sebagian masyarakat menyebut Anjani adalah Bunda Waliyullah.
Sedangkan di kawasan yang lebih tersembunyi di sekitar Rinjani, pada kategori komunitas yang lebih tua, menyebut Dewi Anjani adalah Nabi Insun. “Nah, kita coba menggunakan metoda filologi. Siapa Dewi Anjani kemudian kaitannya dengan dua puluh pasang jin bangsawan,” ucapnya.
Mitos, adalah ilmu pengetahuan pada masanya. Mesti dibedah menggunakan metodologi pada masa itu. “Pakai metode durus. Metode hermenetika, gali pakai itu. Dua puluh itu apa artinya, kemudian ada melahirkan Pengulu Alim sebagai pemimpin pertama yang sampai sekarang diyakini masih ada, dan itulah kepemimpinan orang Sasak, yaitu pengulu,” papar Agus.
Menurut Agus, setelah era penjajahan, pengulu-pengulu yang banyak tersebut dihabisi perannya. Lalu diangkatlah pemimpin baru yang diberi gelar demung.
Lalu, kepemimpinan pengulu bermertamorfosis. Di Lombok bagian selatan menjadi kiyai, sedangkan di bagian utara menjadi lokaq, “Sampai sekarang itu masih hidup. Itulah Pengulu Alim yang melahirkan Doyan Nede. Atau Temelak Mangan dalam mitologinya,” tambahnya
Agus mengingatkan perlunya metode khusus untuk menerjemahkan mitos, sehingga hal inilah yang mendorongnya untuk mendalami kajian filologi dan menulis tentang epistemologi mitos dan legenda.
Gunung Rinjani - Indonesian Channel
Production Manager PT Indonesia Lombok Resort, Ahui, mengatakan penambahan nilai proyek kereta gantung tersebut karena tingkat kesulitan pembangunan tiang-tiang penyangga sepanjang 10 kilometer di kawasan Hutan Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Ya akan ada penambahan jumlah tiang kereta gantung. Karena lokasinya tiang penyangganya itu kondisi bebatuan masih relatif berusia muda. Jadi fondasi harus lebih dalam dan lebih besar," ungkapnya kepada detikBali, Rabu (10/1/2024).
Ahui mengatakan seusai hasil survei ekologi dan fauna yang dilakukan selama 3 bulan pada akhir tahun 2023, pihaknya menemukan beberapa tingkat kerumitan pembangunan tiang penyangga kereta gantung Rinjani.
Lebih jauh, tim yang melakukan survei ekologi dan fauna di Gunung Rinjani menemukan tingkat erosi di kawasan tiang penyangga kereta gantung masih masif setelah gempa pada 2018.
"Jadi semua potensi dampak negatif kami akan dievaluasi. Termasuk dampak negatif dan positif di kalangan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, ada beberapa penambahan wahana yang akan dibangun di kawasan pintu masuk Hutan Karang Sidemen, Lombok Tengah, salah satunya panggung untuk pentas budaya.
"Kami jadwalkan nanti para seniman pentas satu kali seminggu. Selain itu juga ada wisata taman, waterboom, budidaya jamur, botani garden dan beberapa restoran," ujarnya.
Meski demikian dengan adanya penambahan jumlah investasi itu tidak mempengaruhi harga retribusi. "Benar tetap di rencana awal Rp 600 ribu perorangan satu kali naik," tukas Ahui.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu Provinsi NTB Wahyu Hidayat membenarkan adanya penambahan nilai investasi di dalam rencana proyek Kereta Gantung Rinjani. "Benar ada penambahan," kata Wahyu.
Saat ini progres pembangunan kereta gantung masih dalam tahap penyusunan AMDAL dan tahap sosialisasi ke masyarakat.
"Target awal mereka (menyusun AMDAL) adalah 6 bulan. Tapi tentu ada dinamika dalam penyusunannya terutama ketika proses sosialisasi AMDAL kepada masyarakat sekitar pembangunan kereta gantung," ujarnya.
Menurut Wahyu, dengan bertambahnya nilai investasi tersebut, pemerintah pun menekankan agar investasi yang dilakukan di NTB memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.
"Dari awal sudah didampingi, termasuk dari masyarakat setempat. Yang jelas kami prioritaskan masyarakat lokal. Tapi namanya juga masyarakat banyak, tentu beda-beda pemikirannya," tutup Wahyu.
Sumber: detik.com
FEATURES - Gunung Rinjani - Indonesian Channel - News
Mangku sekaligus tokoh adat Desa Sembalun Bumbung, Sayyidina Muhammad, mengatakan penolakan pembangunan kereta Gantung Rinjani tersebut bukan tanpa dasar. Adanya kereta gantung itu dinilai akan merusak alam di Rinjani.
"Rencana pembangunan ini sangat membuat kami terluka. Kami sangat tidak mengizinkan walaupun itu dipercaya akan berdampak pada efek ekonomi di masyarakat," ujar pria yang kerap disapa Haedi ini kepada detikBali, Selasa (9/1/2024).
Menurut Haedi, pembangunan kereta gantung ini akan membuka pembangunan-pembangunan baru di kawasan Gunung Rinjani. Misalnya seperti resort, hotel, dan restoran.
"Apakah mereka cukup sampai di situ saja. Nanti ada hotel di Rinjani. Karena kan keinginan manusia tidak berhenti sampai sana saja. Bukan kami saja menerima dampaknya tapi habitat yang ada di sana juga," ujarnya.
Haedi mengatakan pembangunan kereta gantung Rinjani yang diwacanakan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan di tengah masyarakat juga dinilai salah kaprah.
Menurutnya, justru mata pencaharian masyarakat di kaki Gunung Rinjani yang hilang.
"Lalu gunanya di masyarakat mana? Masyarakat kan tidak banyak dapat keuntungan dari aktivitas itu nanti. Bahkan itu akan menghilangkan mata pencaharian para porter di Sembalun, Senaru, dan wilayah lainnya," ujar Haedi.
Menurutnya, saat ini para tokoh adat, mangku, serta masyarakat di Lombok Timur akan terus bersuara menolak rencana pembangunan kereta gantung Rinjani.
"Kami bersuara semampu kami berdoa dan sebagainya. Para mangku ini bukan orang pemerintahan. Kami berusaha menolak dengan cara kami sendiri," pungkas Haedi.
Terpisah, Production Manager PT Indonesia Lombok Resort, Ahui, mengaku tidak khawatir dengan adanya penolakan pembangunan kereta gantung Rinjani dari kalangan mangku di Kecamatan Sembalun Lombok Timur.
Menurut Ahui, penolakan itu imbas dari ketidakpahaman masyarakat terkait proyek pembangunan kereta gantung yang sama sekali tidak merusak jalur pendakian dan kawasan Gunung Rinjani.
"Jalur pembangunan kereta gantung sepanjang 10 kilometer itu sama sekali tidak akan mengganggu jalur pendakian Rinjani. Jadi salah kaprah jika bilang ini mengganggu jalur pendakian. Ini khusus untuk wisata alam," ujar Ahui kepada detikBali.
Ahui menyebut perusahaan telah memberikan sosialisasi terkait rencana pembangunan kereta gantung kepada masyarakat di Desa Karang Sidemen yang merasakan dampak langsung atas pembangunan tersebut.
"Kami sudah sosialisasi kemarin dan mereka belum tahu. Mereka yang menolak itu orang tertentu yang dihasut sama pemerhati lingkungan. Pakai alibi lingkungan. Jadi pembangunan ini tidak ada hubungannya dengan jalur pendakian," tegas Ahui.
Menurut Ahui, kereta gantung Rinjani tidak akan mungkin merusak jalur pendakian di Sembalun, Senaru, Torean, dan Aik Berik karena berbeda lokasi.
"Jadi bagi pecinta alam memang yang suka mendaki tidak mungkin naik kereta gantung karena tidak sampai puncak Rinjani. Bahkan kita tidak bisa ke Danau Segara Anak. Karena konsep awalnya ini untuk menikmati pemandangan kaki Gunung Rinjani di Karang Sidemen," katanya.
Ahui juga memastikan pembangunan kereta gantung Rinjani tidak akan menghilangkan pekerjaan para porter di Gunung Rinjani.
"Jadi tidak hubungannya sama sekali sama porter. Karena ini memang khusus bukan untuk tujuan mendaki. Jauh sekali pemasarannya," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu Provinsi NTB, Wahyu Hidayat, mengatakan progres pembangunan kereta gantung Rinjani terus berlanjut.
Menurut Wahyu, tim survei internal dari PT Indonesia Lombok Resort telah melakukan survei geologi dan flora fauna di jalur tiang kereta gantung pada akhir 2023.
"Sudah dilakukan survei. Setelah itu baru merancang kebutuhan anggaran dan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)," ujarnya.
Wahyu memperkirakan proses penyusunan AMDAL dan penyusunan estimasi anggaran akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Ada pun kegiatan konstruksi setelah AMDAL disetujui membutuhkan waktu selama 1,5 sampai dengan 2 tahun.
"Kegiatan konstruksi direncanakan akan dimulai pada 2024," pungkasnya.
Sumber: detik.com
FEATURES - Gunung Rinjani - Indonesian Channel - News
Mount Rinjani is actually an active volcano site that is situated in Lombok, which is a small island in Indonesia. Most people choose to reach the island via air route and then drive to the Mount Rinjani Trekking site. Many visitors even use the water route by taking transit in Jakarta or taking a flight to Bali. The boats are used to reach the beautiful island of Lombok. Although this route is more time consuming, it makes the trip more fun when one is traveling in a big group.
Deciding the Rinjani Trekking route is also important before commencing. People who just have three days to spare and want to reach the summit, then a 2D1N trip through Sembalun will be a suitable option. However, in this case, one needs to choose between Senaru and Sembalun, as they lie on different sides of the mountain. Although going through Sembalun gives you an easier trekking path, you have to trek most of the time under the sun.
You can go through Senaru if you are willing to make the Rinjani Trekking experience more adventurous. The trek route is more difficult and rocky. In a small span of time, one cannot reach the summit on this route.
If you have a great deal of time to spend trekking on Mount Rinjani Trekking site, then choose the 3D2N route. You get to see both the sides of the mountain, so there is no need to make a decision to choose between Sembalun and Senaru. However, if you are in a hurry to summit then Sembalun be should be your way to go!
What are the expenses I should consider before planning the Rinjani Trekking trip?
The travel costs to Rinjani will depend on the means of traveling you choose to reach Mount Rinjani. If you plan to reach Lombok via air, then definitely the travel costs will be higher.
It is a good idea to pre-book a tour package for the Mount Rinjani Trekking route you plan to take. Apart from that, you need to arrange for a hotel stay for the night before and after the trekking experience in Lombok. In addition to this, you need to set aside some amount of money to be given as tips to porters and guides you might hire along the trip. To keep things safe, it is a good idea to buy a suitable travel insurance package as well. The costs will depend on the kind of coverage you get.
What should you pack for the trek?
For making the Mount Rinjani Trekking experience a comfortable one, it is essential for the trekkers to buy good hiking boots. The hiking boots not only help you keep a good grip on the rough and rugged terrain, but they also help in avoiding falls on slippery areas. If one is trekking in the rainy season, then they are a must-have.Try to pack clothes such that you can layer them on and off according to the weather conditions. Bringing along the protective gear during the rainy season is also important. The number of clothes you bring along will depend on the season and duration of your trekking plan.
Pack your stuff in a good backpack that won’t cause strain on your back. There are different brands that offer great backpacks with lumbar support and pads. Choose the one that is durable and waterproof to avoid your stuff getting wet in case of rain.
Get the pair of socks that fits you well, and doesn’t slip off. A loose-fit pair of socks can cause blisters.
It is important to invest in a walking pole/stick. Many people tend to ignore its importance, but it is extremely useful to maintain balance.
Don’t forget to pack your sunscreen lotion with a good SPF. During the Rinjani Trekking, you will be exposed to the sun, and you definitely don’t want to damage your skin after the trekking experience.
When packing stuff, keep medicines like aspirin and activated charcoal in case of upset stomach. A pack of bandages and antiseptic cream would also be beneficial to treat minor injuries.
Good luck with your mount Rinjani trekking experience!
FEATURES - Gunung Rinjani - Mount Rinjani - Wonderful Indonesia
Wow!! Letusan Gunung Rinjani (Gunung Samalas), Ternyata Lebih Besar Dari Krakatau Bahkan Tambora!
Selama ini letusan dan erupsi gunung Krakatau dan gunung Tambora dianggap paling dahsyat di Indonesia, ternyata ada satu gunung lagi yang mengalahkan keduanya.
Peneliti telah mengamati jejak abu dan beberapa serpihan kimia dari sebuah gunung api yang pernah meletus dengan dahsyat dari jejaknya pada lapisan es, baik yang berada di Kutub Utara maupun di Kutub Selatan.
Namun sejauh ini masih menuai misteri, karena belum ditemukan gunung api yang meletus dan bertanggung jawab atas jejak-jejak abu di lapisan es tersebut.
Para ilmuwan mengatakan, temuan yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, itu adalah bahwa letusan gunung berapi tersebut adalah yang terbesar dalam 7.000 tahun terakhir, namun asal-usulnya telah membingungkan glaciologists, vulkanologi, dan ahli iklim selama beberapa dekade.
Yang sejauh ini peneliti ketahui, pada masa lalu sekitar tanggal 05 April 1815, gunung Tambora meletus dan mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia. Bahkan letusannya juga melahirkan gelombang tsunami besar di kala itu.
Setelah Tambora, 68 tahun kemudian yaitu pada tanggal 27 Agustus 1883, gunung Krakatau meletus dengan hebat. Bahkan awan abunya sempat menutupi hampir seperempat bagian dari bumi.
Selain keduanya, menurut para peneliti, ternyata sekitar tahun 1257 ada gunung berapi lain di Indonesia yang juga meletus dengan dahsyat, yaitu gunung Samalas.
Karena letusan gunung Samalas tersebut, selain membuat banyak orang yang meninggal, suhu kala itu turun drastis dan banyak petani dari seluruh dunia yang mengalami gagal panen.
Kini struktur gunung itu telah berubah semenjak terjadi letusan pada masa lalu itu, dan diperkirakan letusan gunung satu ini lebih dahsyat dibandingkan dengan gunung Krakatau bahkan gunung Tambora!
![]() |
| Observasi lapangan pada lapisan piroklastik dari Letusan Gunung Samalas menunjukkan ketebalan maksimum yang diukur melebihi 1 m, dan kumulatif deposito jatuh mencapai hingga 1.60m |
Peneliti Mencari “Pelaku” berdasarkan Catatan Letusan “Yang Gelapkan Dunia”
Sebuah ledakan misterius terjadi pada 1257, di abad ke-13. Saking dahsyatnya, jejak kimiawinya terekam dalam es di Arktik dan Antartika.
Teks dari Abad Pertengahan menceritakan tentang iklim yang secara mendadak mendingin dan panen yang gagal. Membuat warga susah, bahkan diduga banyak yang tewas.
Dan baru kini para ilmuwan menemukan gunung berapi yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Dalam jurnal sains, PNAS, tim internasional menunjuk pada Gunung Samalas di Pulau Lombok, Indonesia yang ini dikenal sebagai Gunung Rinjani. Hanya sedikit struktur gunung api yang tersisa dan kini tampilannya hanya berupa danau kawah Segara Anak.
![]() |
| Danau Segara Anak dari Plawangan Senaru |
Gunung yang bernama Samalas yang kini “hampir tak tersisa dan hanya tinggal sisa letusannya” – sekarang lebih dikenal bernama Gunung Rinjani di Pulau Lombok, dituding sebagai penyebab perubahan iklim mendadak di abad pertengahan untuk wilayah Eropa dan sekitarnya.
Nah, ternyata inilah gunung yang dianggap bertanggung jawab telah menorehkan jejak-jejak abu vulkaniknya di lapisan es di kedua kutub Bumi.
Tim ilmuwan mengaitkan jejak sulfur dan debu di es di kutub dengan data yang ditemukan di wilayah Lombok, termasuk unsur radiokarbon, tipe dan penyebaran batu dan abu, cincin pepohonan, dan bahkan sejarah lokal yang menyebut tentang runtuhnya Kerajaan Lombok di suatu masa Abad ke-13.
“Buktinya sangat kuat dan menarik,” kata Profesor Clive Oppenheimer dari Cambridge University, Inggris, seperti dimuat BBC, 30 September 2013.
![]() |
| Profesor Clive Oppenheimer dari Cambridge University, Inggris. |
Koleganya sesama ilmuwan, Profesor Franck Lavigne dari Pantheon-Sorbonne University, Prancis menambahkan, “Kami melakukan sesuatu yang mirip investigasi kriminal.”
“Awalnya kami tak tahu siapa tersangkanya, hanya berbekal hari ‘pembunuhan’ dan jejaknya dalam bentuk geokimia di inti es. Itu memungkinkan kami melacak gunung yang bertanggung jawab.”
Sebelumnya, para peneliti lain mengatakan bahwa terjadi perubahan iklim mendadak dikarenakan letusan gunung api Okataina di Selandia Baru dan El Chichon di Meksiko, namun bukti lain menyebutkan bahwa Samalas yang menjadi kandidat kuat sebagai ‘pelakunya.’
“Buktinya sangat kuat dan menarik,” kata Clive, seperti dikutip BBC (01/10/2013). Selain menjadi ‘pelaku’ berubahnya iklim secara mendadak di sebagian wilayah di planet ini, letusan dan erupsi Samalas juga dikait-kaitkan dengan sejarah lokal yaitu jatuhnya Kerajaan Lombok sekitar abad 13.
Bukti lain, seperti yang dituliskan di National Geographic (01/10/13), adalah terdapatnya teks dalam bahasa Jawa, Babad Lombok, yang menceritakan sebuah erupsi besar dari gunung api raksasa bernama Samalas yang akhirnya menciptakan sebuah kaldera atau kawah.
Ledakan 1257 tersebut sebelumnya dikira terkait sejumlah gunung di Meksiko, Ekuador, dan Selandia Baru. Namun, berdasarkan penelitian, sejumlah kandidat tersebut gagal memenuhi prasyarat karbon dating dan geokimia. Hanya Samalas yang cocok.
![]() |
| Letusan-letusan gunung api besar di dunia (wikipedia). |
Peristiwa Global
Tim yang langsung turun ke Lombok mengindikasikan setidaknya 40 kilometer kubik batuan dan debu terlontar dari gunung yang mengamuk. Dengan ketinggian lebih dari 40 kilometer ke langit.
Ledakan tersebut pastilah luar biasa, hingga bisa mengirim material itu ke seluruh dunia, dalam jumlah yang signifikan untuk dilacak sampai ke Greenland dan lapisan es Antartika. Dan, akibatnya pada iklim juga luar biasa.
![]() |
| Perbandingan letusan besar gunung terkenal di dunia dengan Samalas |
Teks-teks Abad Pertengahan mendeskripsikan cuaca yang mengerikan di musim panas tahun berikutnya, pada 1928: dingin, hujan yang tak kunjung berhenti, hingga memicu banjir.
Para arkeolog baru-baru ini juga menentukan perkiraan tahun kematian pada 1258 pada ribuan orang yang dimakamkan di kuburan massal di London.
“Kami belum bisa memastikan dua kejadian tersebut — meletusnya Samalas dengan kematian massal di London. Namun, warga di masa itu pasti sangat tertekan.”
Jika dibandingkan, kekuatan ledakan Samalas setidaknya sama besar dengan Krakatau (1883) dan Tambora (1815).
Inti es juga menyimpan jejak peristiwa kolosal pada 1809 yang masih jadi misteri. Seperti halnya jalan panjang menemukan Samalas, proses untuk mengetahui asal muasal peristiwa 1809 akan sulit.
“Luar biasa bahwa kita belum menemukan bukti dari peristiwa itu. Namun, tak ada tempat di dunia yang bisa mengubur kabar buruk seperti itu.”
Jadi apabila penelitian ini benar, maka ada 4 gunung api dengan letusan dan erupsi maha dahsyat di Indonesia, yaitu Gunung Toba, Gunung Tambora, Gunung Krakatau dan kini, gunung Samalas. (BBC/ Ein/Yus/gunungrinjani.net/ pnas.org/ liputan6/ National Geographic)
Gunung Rinjani - Indonesian Channel - Videos

Mendaki ke Gunung Rinjani di pulau Lombok atau Trekking gunung Rinjani melalui Desa Sembalun adalah pilihan yang tepat untuk anda yang hanya ingin sekedar mendaki Puncak Rinjani 3.726 meter. Selain itu perjalanan juga bisa anda lanjutkan turun menuju danau Segara Anak dan kembali ke Sembalun atau melanjutkan petualangan anda mendaki ke pelawangan Senaru dan turun finish di desa Senaru Lombok Utara. Sesampai di desa Senaru atau jika anda masih ada sisa tenaga, anda bisa juga berkunjung ke air terjun sendang gile dan tiu kelep untuk hanya sekedar menyegarkan dan bersih bersih diri.
Untuk mencapai desa Sembalun sangat mudah karena fasilitas transportasi umum dari semua pintu kedatangan di pulau lombok tersedia.
Opsi pendakian yang bisa di lakukan melalui desa Sembalun sbb :
- a. Satu hari ke puncak Gunung Rinjani
- b. 2 Hari / 1 Malam ke puncak Rinjani kembali ke Sembalun
- c. 3 Hari / 2 Malam ke puncak, Danau, pelawngan Senaru dan finish di Senaru
- d. Hari / 3 Malam ke puncak, Danau, pelawngan Senaru dan finish di desa Senaru
Rincian singkat opsi pendakian dari Desa Sembalun :
- Satu Hari ke puncak gunung Rinjani :
Program ini khusus untuk pendaki yang sudah berpengalaman dan memiliki kemampuan phisik yang prima, mampu berjalan naik dan turun selama 12 jam, start dari Sembalun biasanya tengah malam pkl 00.00 dan langsung menuju pelawangan Sembalun, puncak dan kembali ke Sembalun.
- Mendaki Rinjani 2 hari 1 malam ke pelawngan Sembalun dan puncak Rinjani :
Program 2 hari 1 malam ke pelawangan Sembalun dan puncak Rinjani untuk anda yang memiliki kemampuan phisik yang prima dan mampu berjalan perhari selama 9 jam. Start dari desa Sembalun 1.100 meter asl langsung menuju pelawangan di ketinggian 2.639 meter di atas permukaan laut dan berkemah di sini. Pada hari ke dua pada pukul 3.00 pagi start menuju puncak Rinjani kemudian kembali ke pelawangan dan langsung turun menuju desa Sembalun.
- Mendaki Rinjani 3 hari 2 malam Puncak, Danau, pelawangan Senaru :
Program ini paling banyak di pilih oleh pendaki dari luar negeri karena mengunjungi semua objek wisata di gunung Rinjani dalam waktu 3 hari. Start dari desa Sembalun langsung menuju pelawangan Sembalun, hari kedua mendaki ke puncak, turun kedanau dan mandi di air panas kemudian berkemah di pinggir danau atau langsung mendaki ke pelawangan Senaru dan bemalam. Hari ke tiga langsung turun menuju desa Senaru.
Program ini membutuhkan fisik yang prima untuk mampu berjalan naik turun selama 3 hari dengan rata rata perhari berjalan selama 8,5 jam.
- Mendaki Rinjani 4 hari 3 malam Puncak, danau, pelawangan Senaru :
Program ini paling populer karena mengunjungi semua objek wisata yang ada di gunung Rinjani dan dengan waktu tempuh selama 4 hari bisa menikmati keindahan gunung Rinjani. Program ini anda akan bemalam di pelawngan Sembalun, danau dan pelawnagan Senaru kemudian turun ke desa Senaru dengan waktu berjalan rata rata perhari 6 jam dan cocok untuk pendaki pemula.
Gunung Rinjani - Indonesian Channel
Travel agent atau trek organizer yang menjual paket pendakian ke Gunung Rinjani sangat mudah untuk di temukan di internet karena semua travel agent memiliki website untuk menjual paket secara online, tapi untuk mendapatkan yang menjual paket dengan harga yang murah dan service yang baik tentunya tidak mudah.
Mendaki Rinjani menggunakan jasa trek organizer (TO) atau travel agent adalah pilihan untuk anda yang tidak mau repot dan ingin menikmati keindahan gunung Rinjani dengan lebih mudah, nyaman dan aman, tapi juga tidak dengan biaya yang mahal.
Dibawah ini ada beberapa travel agent lokal asli dari desa Senaru yang saya kenal dengan cukup baik dan menjual paket pendakian ke gunung Rinjani dengan harga terjangkau serta service yang baik dengan menyiapkan seperti transportasi antar jemput, akomodasi sebelum pendakian, makanan dan minuman selama pendakian, guide dan porter serta peralatan camping, silahkan anda bisa hubungi baik melalui telphone ataupun email.
Daftar travel agent di Desa Senaru Lombok Utara.
Untuk yang akan mendaki melalui jalur pendakian Senaru atau Sembalun bisa menghubungi trek organizer di bawah ini :
- Rinjani Trekking Guide: www.rinjanitrekkingguide.com
- Nemoe Trekker: www.nemoetrekker.com
- Go Backpacker Rinjani: www.gobackpacker.net
- Rinjani Sunrise: www.rinjanisunrise.com
- LA Rinjani: www.larinjani.com
- Team Backpacker: www.teambackpacker.com
- HaLoMi Trekker: www.halomitrekker.com



















Recent Comments